Welcome To My blog

Kamis, 14 Mei 2015

Makalah INTEGRASI KEILMUN ANTARA SAINS DAN ISLAM



KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan makalah dengan judul Integrasi Keilmuan Antara Sains dan islam dapat berjalan tanpa halangan yang berarti, dari awal sampai selesai.
Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih sempurnanya makalah ini.
Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih atas bimbingan, bantuan serta saran dari berbagi pihak. Akhir kata penyusun mengucapkan beribu-ribu terima kasih dan semoga tugas ini dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak.




                                                                                    Cirebon, Desember 2013

                                                                                                Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………… i
Daftar Isi …………………………………………………………………. ii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang …………………………………………..... 1
1.2.            Rumusan Masalah …………………………………………..1
1.3.            Tujuan .......................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN INTEGRASI KEILMUAN  ANTARA SAINS DAN ISLAM
            2.1. Objek Kajian Keilmuan …………………………………........ 3
            2.2. Antara Sains dan Agama ……………………………………....4
            2.3. Al-Qur’an dan Alam Semesta ………………………………... 7
                       2.4.  Sumbangsi Islam terhadap Perkembangan Sains dan Teknologi... 10

BAB III : PENUTUP
            3.1. Kesimpulan …………………………………………………. 13
            3.2. Daftar Pustaka ……………………………………………..... 14



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Pada hakekatnya ilmu pengetahuan berasal dari Tuhan pencipta Alam, yang  berupa wahyu, alam semesta beserta hukum yang ada di dalamnya, manusia dengan perilakunya dalam kehidupannya, pemikiran dan pemahamannya serta seluruh ciptaan dan anugrah Allah yang diturunkan ke bumi demi menghormati manusia yang ada di dalamnya. Dengan demikian pencipta ilmu pengetahuan adalah Tuhan dan yang menemukan ilmu pengetahuan tersebut adalah manusia. Atas dasar pandangan ini kita memahami bahwa dari sekian banyak ilmu yang kita pahami (Ilmu hadits, Ilmu al-qur’an, matematika, fisika, biologi, geologi, antropologi, seni, kedokteran, politik, hukum dan lain sebagainya) secara substansial merupakan  rangkaiyan ilmu pengetahuan yang satu yaitu berasal dari Tuhan.
            Maka sebenarnya tidak ada pandangan yang membedakan  antara ilmu  yang satu dengan ilmu yang lain karena kita ketahui bahwa ilmu itu tetap ilmu tidak ada dikotomis ilmu pengetahuan melainkan ilmu itu berasal dari yang satu yaitu Tuhan semesta Alam. Seluruh ilmu hanya dapat dibedakan dalam nama dan istilahnya baik dalam ilmu agama islam, maupun ilmu umum.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah objek kajian keilmuan?
b. Apakah yang dimaksud dengan sains?
c. Apa sumbangan islam terhadap ilmu sains dan teknologi?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui objek kajian Keilmuan.
b. Mengetahui pengertian sains.
C. Mengetahui sumbangan islam terhadap ilmu sains dan teknologi.













BAB II
INTEGRASI KEILMUAN ANTARA SAINS DAN ISLAM

2.1 Objek Kajian Keilmuan
            Dalam kajian keilmuan, pembagian adanya ilmu agama dengan ilmu umum adalah kesimpulan manusia yang mengidentifikasikan  ilmu berdasarkan objek kajian. Tetapi ketika kita  melihat bahwa Al-qur’an dan Sunnah sesungguhnya tidak membedakan antara ilmu agama dengan ilmu umum, bahkan menurut Imam Suprayogo dalam bukunya Rekonstruksi Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi Islam menyetakan bahwa posisi ilmu agama dan umum digambarkan dalam bentuk pohon ilmu, dimana Al-qur’an dan sunnah diposisikan sebagai hasil eksperimen dan penalaran logis atau menjadi sumber keilmuan.
Maka makna integrasi keilmuan dalam bingkai lembaga pendidikan setidaknya meliputi lima objek kajian:
1. Jika objek antologis yang dibahasnya adalah wahyu (al-qu’an) termasuk penjelasan Nabi saw berupa hadist dengan menggunakan metode ijtihad maka ilmu yang dihasilkan adalah ilmu-ilmu agama seperti teologi islam, fiqih, tafsir, hadist dan tasawuf.
2. Jika objek antologis yang dibahasnya adalah alam semesta,  jagat raya  termasuk Galaxi bima sakti seperti langit bumi berserta segala isinya maka ilmu yang dihasilkan adalah Natural Sciences (ilmu alam) yaitu astronomi, astrologi, geologi, fisika, kimia, matematika, biologi dan lain sebagainya.
3. Jika objek kajian antologisnya perilaku ekonomi, perilaku budaya, agama, sosial dengan menggunakan penelitian, eksperiment di Laboratorium seperti wawancara, observasi, penelitian terlibat (ground Research) maka yang dihasilkan adalah ilmu-ilmu sosial, ilmu politik, ilmu hukum, ilmu budaya, sosiologi agama dan lain sebagainya.
4. Jika objek pemikirannya adalah akal pikiran dan pemikiran yang mendalam dengan menggunakan metode mujadalah atau logika terbimbing, maka yang dihasilkan adalah filsafat dan ilmu-ilmu Humaniora.
5. Jika objek kajiannya berupa intuisi batin dengan menggunakan mentode pencucian batin (tazkiyah an-nafs) maka ilmu yang dihasilkan adalah ilmu ma’rifah.
Inilah objek kajian yang kita kenal dalam lembaga pendidikan kita, sehingga  basis keilmuan (ontologis), batas-batas dan dasar pengetahuan (epistimologis) dan kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia termasuk kajian tentang nilai, etika dan estetika (aksiologi) merupakan program integrasi keilmuan. Karena bangunan keilmuan yang telah terintergrasi tidak mempunyai arti jika didominasi oleh ilmu yang tidak bermoral (bernilai spriktual), sehingga diperlukan integrasi keduanya (ilmu agama dan ilmu umum). Jika seorang ilmuwan tidak mampu memahami dan mengintegrasi ilmu yang telah diturukan di bumi (sesuai dengan keadaan dan permintaan penghuni bumi) maka sebaiknya  ilmu tersebut di kembalikan ke Langit saja agar langit tidak repot lagi memikirkan keadaan bumi.
2.2 Antara Sains dan Agama
            Ilmu sains tergolong  dalam kumpulan sains terapan yang dikaitkan dengan teori dan dasar untuk menciptakan suatu hasil atau sesuatu yang dapat member manfaat kepada manusia. Jelasnya sains merupakan pemahaman ilmu tentang fenomena fisik yang sesuai dengan perspektif islam yang digunakan di dalam teknologi dengan menggunakan kaidah yang paling efisien dan tepat di dalam mengkaji ilmu pengetahuan.
Sains adalah produk manusia seperti halnya musik, film, lukisan, bangunan dan lain sebagainya. Begitu mendengar suara alunan musik, seseorang dapat langsung mengenali apakah ini tipe music keconcong, pop, dangdut, jaz atau yang lainnya. Demikian pula melihat film, lukisan, bangunan dan lain sebagainya, bisa kita identifikasi objek apa yang kita lihat.
            Secara sederhana, sains dapat dikatakan sebagai produk manusia dalam menyimak realitas. Terkait dengan penyertian ini, maka sains juga tidak menjadi tunggal atau dengan kata lain akan ada lebih dari satu sains dan satu dengan yang lain dibedakan pada apa makna relitas dan cara apa yang dapat diterima untuk mengetahui realitas tersebut. Tujuan sains dalam perspektif agama adalah untuk mengetahui watak sejati segala sesuatu sebagaimana yang telah diberikan tuhan dan memperlihatkan kesatuan hukum alam, hubungan seluruh bagian dan aspeknya sebagai refleksi dari kesatuan prinsip ilahiah.
            Prinsip ilahiah (ayat-ayat kauniyah) yang terkandung dalam Al-qur’an dan Sunnah lebih istimewa dari mukjizat nabi-nabi sebelumnya dapat dinikmati dari zaman Rasulullah saw sampai akhir jaman. Prinsip ilahiyah inilah yang meliputi bidang kajian ilmu pengetahuan dan ilmu sosial hingga ilmu alam yang bersifat empiris, prinsip ini sesuai dengan perubahan jaman yang mengagungkan kecerdasan akal serta sains dan teknologi.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’anul karim:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami dari segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bahwa Al-qur’an itu benar……..   (QS Fussilat 41:53)
Disegenap penjuru itu artinya disemua bidang ilmu pengetahuan termasuk ilmu alam dan ilmu eksakta dan masih banyak ayat-ayat al-qur’an yang mendorong manusia supaya berfikir dan mengkaji serta memahami alam raya ini seperti:
         *“……maka apakah kamu tidak menggunakan akal? “ (QS. Al-an’am 6 : 32)
         *“……maka apakah mereka tidak memikirkannya?”     (QS Yassin 36 : 68)
*      “……maka apakah kamu tidak memperhatikannya?” (QS Al-Dhariyat 51: 21)
         *“Maka mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau sekitranya Al-Qur’an bukan dating dari Allah SWT tentulah mereka menemukan pertentangan yang banyak didalamnya”. (QS An-Nisa’ 4: 82)
         Ditambah pula dengan hadist yang terkenal dari rasulullah saw ;
- “Belajar adalah suatu kewajiban atas setiap muslim, lelaki atau perempuan” (HR Ibnu Majah)
- “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” (HR Masyhut)
- “Barang siapa yang memudahkan jalan untuk mencari ilmu niscaya Allah akan memudahkan jalannya ke Surga” (HR Muslim)
- “barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu ia berada di jalan Allah sehingga ia kembali” (HR At-Tirmidzi)
Berfikir dan membuat penelitian tentang jagad raya ditegaskan oleh Al-Qur’an karena dapat memperkokoh iman si pengkaji dan hasil kajiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia seperti penemuan teori Barat modern yang termasyur yang dikenal dengan The Big Bang Theory (teori ledakan besar) yang menyatakan bahwa alam semesta (galaxies) yang ada sekarang adalah hasil suatu ledakan besar dari satu pusat (nebula utama), dana juga menurut teori ini pada akhir jaman semua bahan-bahan di alam semesta akan bertemu kembali menuju satu pusat yang sama yang dikenal dengan lubang hitam (black Hole). Dari teori ini, kita ketahui bahwa tidak ada perbedaan antara penemuan ini dengan intruksi Al-qur’an yang turun berabad-abad sebelum ditemukan the big bang theory, Allah telah menggambarkan bagaiman proses penciptaan Alam semesta dan kemudian menginformasikan bahwa akan terjadi hari kiamat (the last after) dalam firmannya:
Dan apakah orang-orang kafir, tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah satu padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami ciptakan yang hidup. Maka mengapakah mereka juga tidak beriman (QS. Al-Anbiyah 21:30) …..
(Ingatlah) pada hari kami menggulung langit seperti menggulung lembaran kertas… (SQ Al-Anbiya 21:104)
Kedaan langit pada hari Kiamat itu hampir sama dengan teori “menggulung langit” oleh ahli astronomi Barat yang menyatakan bahwa semua bahan di alam semesta akan kembali menuju kesuatu pusat yang sama bernama Black Hole.
Oleh karena itu sejarah telah mencatat bahwa ledakan ilmu yang pertama dalam   sejarah manusia terjadi dalam peradaban islam.  Peradaban Islamlah yang pertama kali meletakan dasar ilmu pengetahuan yang menggunakan kaidah yang logis, sistematis dan eksperimental. Kini, sains dan teknologi dipuja dan diletakan pada posisi yang tinggi seolah-olah bisa menyelesaikan semua masalah manusia.
2.3 Al-Qur’an dan Alam Semesta
Al-Qur’an telah menambahkan dimensi baru dalam studi mengenai fenomena fisik dan membantu pikiran manusia untuk melampaui batasan-batasan alam materi. Al-qur’an sama sekali tidak memandang bahwa dunia materi adalah sesuatu yang lebih rendah. Bahkan sebaliknya, Al-qur’an dengan tegas menyatkan bahwa dalam dunia materi terdapat tanda-tanda yang dapat membimbing manusia kepada Allah, membuka misteri kegaiban dan sifat-sifat keagungan-Nya.
Alam semesta yang sedemikian luas ini adalah ciptaan Allah swt dan Al-qur’an mengajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap misteri keajaiban dan rahsianya serta memerintahkan manusia untuk menyaksikan eksistensi Tuhan melalui ciptaan-Nya, menyingkap tabir kegaiban-Nya melalui perhatian mendalam akan realitas kongkrit yang terhampar luas di langit dan di bumi. Inilah yang harus dilakukan oleh ilmu pengetahuan yakni melakukan observasi untuk kemudian menarik dana menemukan hukum-hukum alam yang dpeeoleh dari hasil observasi dan eksperimen. Dengan kata lain dapat sampai ke sang pencipta melalui observasi yang diteliti dan tepat tentang hokum-hukum yang mengatur fenomena alam semesta. Dalam hal ini Al-qur’an menunjukan adanya realitas intelektual yang agung yaitu Allahswt lewat penelitian yang cermat dan mendalam akan semua ciptaan-Nya.
            Al-qur’an menegaskan bahwa pikiran yang menyatakan bahwa alam semesta diciptakan sebagai sebuah permainan belaka hanya timbul dari orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka seharusnya menyadari bahwa alam semesta yang sedemikian luas ini, dengan keajaiban dan rahasia yang tersimpan di dalamnya, bukanlah diciptakan oleh seorang untuk tujuan  bermain-main melainkan diciptakan oleh Tuhan yang maha bijaksan dan yang maha adil. Sungguh tidak wajar anggapan yang menyatakan bahwa Allah pencipta alam semesta ini dengan sia-sia sebab perbuatan baik dan buruk, kebaikan dan keburukan masing-masing akan mempeoleh balasan. Anggapan penciptaan alam semesta sebagai permainan belaka merupakan khayalan sia-sia dari orang kafir karena seluruh alam semesta beserta isinya itu diciptakan dalam kebenaran dan keadilan sebagaimana difirmankan Allah: ..
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi  beserta apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main. kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan tujuan yang hak (benar) tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS Al-Dukhan 44:38-39)
Dengan demikian, orang yang beriman akan tetap berdiri di atas landasan yang kukuh, memahami  dan menyadari alasan-alasan penciptaan yang ditentukan oleh Allah sang pencipta. Dalam penilaianya, Allah adalah pencipta alam semesta, Allah adalah kebenaran tertingi dan sebab dari semua sebab, dia tetap ada pada saat tidak ada sesuatupun dan Dia akan tetap ada pada saat segala sesuatu akan kehilangan keberadaanya. Sebaliknya kaum kafir berdiri di atas landasan yang rapuh dan berbicara hanya berdasarkan pada dugaan, ramalan dan prasangka yang tidak pasti. Pandangan sedemikian sempit dan dibatasi oleh tabir struktur materi, sehingga ia tidak mampu melihat hakikat sesuatu yang berada dibalik materi itu. Inilah perbedaan yang paling  mendasar antara orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman.
Orang yang beriman berpikir bebas dan melihat hidup sebelum dan sesudah berakhirnya alam semesta sebagai dua sisi dari gambar yang sama. Sedangkan orang kafir berdiri sebagi orang yang terpenjara oleh alam semesta, mereka melihat dunia ini seolah-olah kekal dan abadi. Mereka tidak mampu memahami bahwa kekekalan dan keabadian itu sesungguhnya hanya ada pada sifat-sifat Allah tuhan yang menguasai alam semesta ini. Allah berfirman:
Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang awal dan yang akhir, yang dzahir dan yang batin dan Dia maha mengetahui segal sesuatu. (QS Al-Hadid 57:2-3).
            Al-qur’an berusaha mengangkat derajat manusia pada kedudukan yang tinggi dengan menunjukan bahwa manusia diberikan kemampuan untuk melihat dan memahami sifat-sifat sejati Allah dan kemudian merenungkan kemuliaan dan kebesara-Nya.
            Jadi Al-qur’an memberikan kepada manusia kunci ilmu pengetahuan tentang bumi dan langit seta menyediakan peralatan untuk mencari dan meneliti segala sesuatu agar dapat mengungkap dan mengetahui keajaiban dari kedua dunia itu. Al-qur’an juga mendorong manusia untuk memperoleh sesuatu dari dunia iniyang bermanfaat bagi kesejahteraan. Al-qur’an juga mengajarkan agar manusia tidak khawatir atau takut terhadap kekuatan itu secara tepat karena semua itu diciptakan bagi kepentingan hidup manusia.
2.4 Sumbangsi Islam terhadap Perkembangan Sains dan Teknologi
Terdapat beberapa faktor yang menggerakan penemuan baru dalam teknologi islam terutama pada abad VIII M hingga XII M yaitu puncaknya perkembangan teknologi dan peradaban islam. Peranan yang dimainkan islam melalui ajaran merupakan gaya baru momentum yang tinggi dalam pencapaian teknologi pada waktu tersebut. Al-qur’an  banyak sekali menyebut tentang seruan Allah agar manusia terus tekun menimba ilmu pengetahuan dan berusaha dalam mencapai penemuan-penemuan baru dengan memikirkan tentang tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam menciptakan alam ini.  Bahkan surat yang pertama yang diturunkan kepada Muhammad saw adalah seruan tuhan kepada manusia untuk mencari ilmu pengetahuan.
Peradaban sains dan teknologi serta kebudayaan dalam perkembangan islam disebabkan oleh meningkatnya taraf kehidupan dikota-kota yang dihuni oleh islam. Peradaban kota tersebut disebabkan oleh ajaran islam yang diamalkan oleh penduduknya maka secara tidak langsung, islamlah yang telah mendorong, mengembangkan dan meningkatkan kemajuan teknnologi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikatakan oleh George Sarton (ilmuan  sains Barat) bahwa: “Para pengkaji yang berhubungan dengan zaman pertengahan telah memberikan kepada kita ide  palsu sama sekali tentang pemikiran sains zaman pertengahan karena kemampuan mereka yang terlalu eksklusif kepada pemikiran barat, sedangkan pencapaian tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang timur…… sebutan orang ini kepada mereka……Al-Kindi, Al-Khawarizmi, Thabit Ibnu-Qura, Al-Kharkhi, Omar Khayam dll, yang semuanya lebih tinggi dari sarjana-sarjana  yang dipuja dibarat”
Kemudian Sarton menegaskan lagi bahwa :  “Abad ke-9 hampir sepenuhnya berupa abad orang islam,… kegiatan sarjana-sarjana islam dan orang sainsnya, amatlah superior. Merekalah yang menjadi pemegang piwai sebenarnya bagi peradaban masa itu”. Sebelum Salton mengemukakan ini, Smith telah lebih dulu menegaskan  dalam bukunya “The History of Mathematics” bahwa : “Eropa telah berhutang atas Renaissancenya (Pembaharuanya) Kepada zaman keemasan islam ini.
Dalam bidang sains dan teknologi meliputi matematika, kimia, fisika, geologi, astronomi dan lain sebagainya. Namun demikian, tidak seperti bidang-bidang sains lain penemuan teknologi dibidang sains hasil sumbangan pengkaji islam tidak banyak yang dapat diperoleh untuk dijadikan rujukan masa kini. Ini bukan berarti pengkaji islam tidak banyak menyumbangkan teknologi  dalam bidang sains, akan tetapi sebab utamanya terjadi keadaan demikian didasarkan dua factor sabagai berikut:
1. Pakar-pakar sains dan teknologi pada masa itu lebih banyak menfokuskan usaha-usaha mereka ke arah penggunaan teknologi yang diciptakan dari penemuan mereka, bidang penulisan tidak difokuskan sepenuhnya oleh karena desakan yang kuat dan keperluan yang penting untuk menciptakan dan menggunakan teknologi yang dihasilkan.
2. Memang tidak tidak bisa dipungkiri bahwa ketika jatuhnya satu demi satu negeri-negeri muslim ditangan penjajah, banyak buku-buku dan manuskripsi yang dihasilkan oleh ilmuan-ilmuan muslim telah musnah dan binasa. Antara buku-buku yang masih tertinggal dan dapat diselamatkan ialah kitab al-Hiyal yang ditulis oleh Al-Jazari, Book of Artifinces yang ditulis oleh Banu Musa dan The Sublime Methods Of Spritual Mechines yang ditulis oleh Taqi Al-Din.
Sumbangan sains mekanikal yang utama dalam teknologi islam ialah alat mengangkut air untuk digunakan untuk pengairan, perumahan, industry dan lain sebagainya. Mesin pengangkut air yang pertama disebut shaduf yang digunakan Mesir dan Syria, alat yang murah dan mudah ini masih digunakan di Mesir hingga sekarang. Dua lagi alat pengangkut air yaitu Saqiya dan Nauja. Saqiya digerakan oleh tenaga seekor binatang ternak digunakan untuk memutarkan roda sehingga air bisa diangkut sedangkan Nauja yaitu perbaikan mesin yang pertama dengan menggunakan empat pencedok untuk meningkatkan kuantitas air ynag diangkat. Oleh karena itu, benar yang dikatakan oleh Dr-Ing Fahmi Amhar (2010) dalam bukunya TSQ Stories: Kisah-kisah penelitian dan pengembangan sains dan teknologi dimasa Peradaban Islam bahwa negeri kincir angin yang pertama bukan Belanda. Dia melanjutkan bahwa negeri kincir Angin pertama-tama pastilah suatu wilayah dalam Daulah Khilafah. Daulah Islam banyak wilayah yang kering, dimana air saja cukup langka, apalagi sungai yang dimanfaatkan sebagai sumber energy. Karena itu, di daerah kekurangan air tetapi memiliki angin yang stabil, kincir angin dapat dikembangkan sebagai altenatif sumber energy untuk industry.
Pengembangan teknologi kincir angin dimuat dengan jelas dalam kitab Al-Hiyal karya Banu Musa bersaudara dan kincir angin pertama kali digunakan dipropinsi Sistan, Iran timur sebagai mana dicatat oleh geographer Istakhri pada abad ke-9 M. Jadi masuk diakal jika sejarahwan Joseph Needham (1986) menulis bahwa “sejarah kincir angin benar-benar diawali oleh kebudayaan Islam”

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kajian keilmuan pembagian adanya ilmu agama dengan ilmu umum adalah kesimpulan manusia yang mengidentifikasikan  ilmu berdasarkan objek kajian akan tetapi semua ilmu itu berasal dari tuhan pencipta semesta Alam.  Begitu pula dengan sains dan teknologi tidak pernah bertentangan dengan ajaran islam. Itu sebabnya ilmuan muslim pada saat itu menggali inspirasinya berdasarkan Al-qur’an dan sunnah Rasul saw.
Perkembangan sains menyebabkan umat islam lebih memahami dan meyakini akan keagungan Allah swt karena semakin banyak kita menemukan pengetahuan baru maka semakin kita merasa bahwa ilmu yang kita miliki masih sedikit dibandingan dengan ilmu Allah sehingga bertambahlah keyakinan kita akan keagungan Allah tuhan semesta alam. Sementara jika teknologi yang mementingkan kehidupan materelistik dan keduniaan semata tanpa dilandasi dengan keimanan kepada Allah swt sebenarnya tidak akan memberikan manfaat kepada manusia, malahan akan menimbulkan mudharat dan kebinasaan bagi manusia itu sendiri.







Daftar Pustaka
Alhumami, A. 2006. Sains dan Teknologi dalam Islam. Jakarta: Republika
Bambang Pranggono, H. 2005. Mukjizat Sains dalam Al-Qur’an: Menggali Inspirasi Ilmiah. Bandung: Ide Islami
Rahman, Afzalur. 2007. Ensiklopedia Ilmu dalam Al-Qur’an: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah dalm Al-Qur’an. Bandung: PT Mizan Pustaka
Sulaiman Nordin. 2000. Sains Menurut Perspektif Islam. Dewan Bahasa dan Pustaka. Kuala Lumpur dengan PT. Dwi Rama.
Purwanto, Agus. 2008. Ayat-Ayat Semesta: Sisi-Sisi Al-Qur’an yang Terlupakan. Bandung: PT Mizan Pustaka.
 http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/15/integrasi-keilmuan-antara-sains-dan-islam-590042.html

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar